Haii kasih tak sampai yang sangat aku kagumi, apakah kabarmu baik-baik saja.. ada atau tanpa diriku? Aku harap semua masih berjalan dengan baik walaupun tanpa aku memintanya. Aku disini masih berjuang mencari keberhasilan yang sangat diimpikan ribuan bahkan jutaan manusia didunia dan aku berharap nantinya kita akan menjadi salah satu dari mereka yang menyilangkan tangannya dan mendongakkan kepala melihat masa depan yang cerah, saat itu mungkin saja kita bisa bergandengan tangan dan berjalan beriringan sambil melantunkan lagu-lagu bahagia yang sering kita dengarkan bersama. Yah, membayangkan bersamamu saja aku sudah bahagia tak terkira apalagi kalau sampai secerah khayalan yang kudamba-dambakan.
Sambil menunggu saat itu tiba, maukah kau berjuang bersamaku? Menangis dan tertawa bersamaku, hanya diriku? Kita bisa melakukan rutinitas sehari-hari, berangkat mencari ilmu, bercanda tawa saat bahagia, menangis saat terjatuh, berbincang-bincang sampai larut malam, terus menjadi diri sendiri dan mencari kebahagiaan kita sendiri tanpa peduli apa yang orang lain katakan. Rasanya aku sudah terlalu jauh memandang masa depan, bahkan setiap harinya aku selalu berkata ‘sebentar lagi, hanya sebentar’. Hm tapi bukankah itu yang namanya hidup? Berjuang sekeras apapun tanpa mempedulikan hasil akhir, terus dan terus berusaha… sama seperti aku yang berusaha percaya bahwa aku cinta.
Kupikir sosokmu seperti tongkat penyangga kokoh yang mampu membuat aku berdiri, kupikir sosokmu bagaikan tulang-tulang yang membuat aku menjadi kuat. Ya, ini adalah gambaran betapa berartinya kamu dihidupku dan betapa aku membutuhkanmu. Kamu yang berbeda, kamu yang tak sama seperti apa yang mereka katakan, aku menerimamu apa adanya tanpa meminta dirimu untuk berubah, tanpa memintamu untuk menjadi seseorang yang lain, yang baru dan lebih sempurna. Cukup, cukup seperti ini dan genggamlah tanganku, karena aku tahu dan aku mengenalmu lebih dari siapapun, aku tahu kamu menyayangiku dengan cara yang berbeda, kamu memiliki cara yang sebenarnya tak banyak orang mengerti.
Ketika aku dihujami seribu perasaan haru saat melihat bola matamu, aku berfikir… apakah kamu melihat sirat ketulusan dimataku? Apa kamu melihat sinar kebahagiaan yang tak ada habisnya saat aku bersamamu? Apa kamu melihat gumpalan air mata yang berdesakan ingin keluar ketika kamu ingin mengakhiri kebersamaan hari ini? Aku... Aku ingin jadi seseorang yang menyayangimu, seseorang yang menjagamu, seseorang yang siap menggantikanmu, seseorang yang akan memelukmu dengan hangat saat kau merasa sepi. Kamu.. kamu percayalah aku ingin bersamamu, mendengarkan setiap ceritamu sepenuhnya, hanya aku… bagaimanapun, kapanpun, hingga aku mampuJ
Jadi, apakah kita harus mulai membuat jalan baru.. jalan menuju bahagia..jalan menuju kearah yang lebih baik tanpa ada pijakan yang lainnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar