Jumat, 06 Januari 2017

Kado untuk amil

Menyakitkan memang kalau harus pergi ke masa lalu hanya untuk melihat kenangan indah tanpa bisa menyentuhnya. Menyakitkan kalau harus merasakan sesal di dada ketika mengingat kecewa yang di torehkan di masa lalu tanpa bisa di perbaiki. Menyakitkan kalau harus menyadari akan waktu yang sudah terbuang indah mengalir meninggalkan semua kenangan dan harus di tutup rapat. Tak akan habis kata menyedihkan, bukan sebuah kisah yang menyedihkan. Tapi karena hati tak dapat lagi saling berkata, hati tak dapat lagi saling merasa, hati tak dapat lagi saling berbagi, dan hati tak dapat lagi saling menatap.

Rasa sesak sebuah sesal tak pernah habis menyiksa, bukan karena tidak rela. Tapi karena ini tidak semudah saat kita tersenyum walaupun di balik itu semua ada bingkisan yang tersembunyi. Terbungkus indah dan rapi seperti saat pertama kali di tinggalkan atau di beli oleh pemiliknya.

Meskipun begitu, hari akan terus berganti. Yang lalu akan tetap tertinggal. Dan saat ini semua sudah tergantikan. Walaupun berusaha untuk berlari dan mengejar, tetap saja akan tertinggal jauh di belakang. Diam adalah cara terampuh untuk mengatasi hati yang mungkin semakin dalam saja parahnya. Ini semua hanya sebuah proses, hadiah dalam sebuah hubungan. Semua hadiah tidak harus terbungkus manis kan? Terkadang sesuatu yang menyakitkan akan terbalas indah di kemudian hari.

Terima kasih sang pemilik. Terima kasih untuk sebuah bingkisan indah. Kado manis dari sebuah proses menuju dewasa. Hiasan sebuah perjalanan penghantar masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar