Sakiti saja terus menerus peri kecilmu ini, semakin dalam perih yang kau goreskan maka akan semakin baik pula untuk dirimu nantinya. Kau tahu apa yang ku maksutkan? Sama seperti pepatah ‘apa yang ia tanam, itu pula yang akan ia tuai.’ Begitulah kisah dirimu nanti.
Aku bisa saja membalas apa yang kau lakukan terhadapku. Tapi aku lebih senang menunggu, ya menunggu Karma itu datang membujukmu dengan indah, membuatmu terlena lalu kau di hempaskan. Indah bukan? Ada berbagai seni di dalam sana dan aku salah satu penikmat seni tersebut.
Kau akan merasakan apa yang pernah aku alami, maka bersiap-siaplah. Habiskan waktumu bersamanya sebisa mungkin, karena kelak kau akan lebih sering menerima rasa sakit seperti aku yang selalu kau cekoki dengan kesakitan luar biasa.
Saat itu terjadi, bukan hanya aku yang akan tertawa terbahak. Tapi juga mereka yang kau khianati. Mereka yang merasa hatinya telah kau permainkan. Mereka yang tahu bahwa kau melupakan mereka seperti kau melupakan mainanmu di waktu kecil, begitu mudah saat kau punya mainan baru.
Terlihat sangat kejam ya, tapi itu semua karena ulahmu. Aku hanya bisa menonton ketidak adilan yang kau lakukan, berbalik menimpah dirimu sendiri. Lucu. Tapi sungguh, itu amat sangat menghibur dan lebih mudah di cerna haha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar